Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov. Kep. Bangka Belitung

PERANAN PUBLIC RELATIONS DI PERPUSTAKAAN

 

 

Pada perpustakaan, Public Relations (PR) merupakan keharusan dalam upaya pembinaan hubungan komunikasi yang bersifat dua arah, yaitu antara pimpinan dengan para pustakawan dan pimpinan dengan stakeholder¹ atau sebaliknya serta hubungan antara perpustakaan dengan masyarakat pengguna sebagai publiknya.

 

Salah satu definisi PR adalah “the management function that establishes and maintain mutually relationship between an organization and the publics on whom its success or failure depends (Cutlip, Center & Broom, 1994 : 6). Definisi ini mengungkapkan bahwa PR bukan hanya sekedar kegiatan komunikasi, tetapi juga merupakan fungsi manajemen yang berkaitan dengan usaha untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan antara sebuah organisasi dengan publiknya.

 

PR di perpustakaan bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan perpustakaan, menyoroti keberadaan perpustakaan, dimana perpustakaan berada, ada apa di perpustakaan, mengidentifikasi layanan yang dapat membantu masyarakat pengguna untuk belajar mandiri secara informal, memperkaya pengetahuan masyarakat pengguna untuk membantu mereka menjadi well-informed dan mengkonstruksi penggunaan waktu santai masyarakat pengguna.

 

Dalam merancang program kerja PR di perpustakaan dan dalam upaya untuk menyelenggarakan komunikasi dua arah, peranan dalam fungsi manajemen mutlak diperlukan. Dalam hal ini fungsi manajemen PR memerlukan pemikiran dan konsepsi mengenai perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengkomunikasian, pengawasan serta penilaian yang dilakukan dalam upaya pencapaian tujuan perpustakaan. Dalam manajemen, komunikasi dua arah merupakan media dalam memperlancar fungsi dan peranan PR dalam hal penyampaian pesan ataupun informasi berupa publikasi dan lain sebagainya. Publikasi yang disampaikan berupa press release, feature (karangan khas), artikel, laporan tahunan maupun prospektus/selebaran mengenai layanan informasi dan segala sumber daya yang ada di perpustakaan.

 

Selain bertindak sebagai komunikator dalam menyebarluaskan pesan ataupun informasi mengenai kebijakan dan program kerja kepada masyarakat pengguna, PR di perpustakaan juga bertindak sebagai mediator dalam menjembatani kepentingan perpustakaan dan menampung aspirasi ataupun keinginan publik/masyarakat pengguna serta membangun hubungan baik dengan publik tersebut hingga menciptakan citra positif perpustakaan.

 

Kebijakan PR yang dilakukan di perpustakaan berimplikasi pada adanya kesamaan pemahaman dalam komunikasi, baik antara pustakawan maupun antara perpustakaan dengan publiknya. Adanya kebijakan tersebut berdampak pada follow up terhadap  pemenuhan kebutuhan informasi dan pelayanan perpustakaan.

 

Terlepas dari itu semua, keberhasilan yang dilakukan oleh PR di perpustakaan tidak terlepas dari kemampuan profesionalisme para pustakawan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, kejujuran, integritas, loyalitas dan kredibilitas yang tinggi.

 

 

 

 

 

Keterangan:

Stakeholder¹ adalah orang atau kelompok kecil dengan kekuatan untuk merespon, bernegosiasi dan merubah strategi organisasi di masa depan

 

 

Referensi :

Broom Glenn M. & Davied M. Dozier. 2009. Using Public Relations Research. New Jersey : Prentice-Hall

Butterick, Keith. 2013. Pengantar Public Relations : Teori dan Praktik. Jakarta : Rajawali Pers

Ruslan, Rosady. 2008. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta : Raja Grafindo Persada

 Soemirat, Soleh dan Elvinaro Ardianto. 2008. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung : Remaja Rosdakarya

 

 

Anda disini: Beranda | Perpustakaan | Artikel | PERANAN PUBLIC RELATIONS DI PERPUSTAKAAN