Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov. Kep. Bangka Belitung

Membangun Kreatifitas Pustakawan

 

 

 

 

Di era modern sekarang ini, kreatifitas dan professional sangat dbutuhkan seorang pustakawan.   Dimana antara kreatifitas dan professional saling mendukung dan memperkuat satu sama lain, sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pengguna perpustakaan sesuai dengan bidangnya. Berkembangnya teknologi informasi dapat memacu kemampuan pustakawan  dalam mengolah informasi. Informasi yang  berbasis multimedia sangat diminati para pengguna karena dapat dilihat, didengar, dan dicoba sehingga informasi yang disampaikan akan lebih cepat diserap dan dipahami oleh para penggunanya. Kemauan dan kemampuan pustakawan untuk maju sangat dibutuhkan. Kemampuan para pustakawan dalam era modern perlu ditingkatkan, terutama yang berhubungan dengan aplikasi teknologi informasi, termasuk multimedia di bidang perpustakaan dan dokumentasi, sehingga layanan yang diberikan kepada para pengguna akan lebih cepat, tepat dan akurat. Aplikasi teknologi informasi di perpustakaan merupakan peluang bagi para pustakawan untuk berkembang lebih maju, terutama dalam mengumpulkan, memproses, menyimpan, temu balik informasi dan menyebarluaskan informasi secara elektronik sehingga informasi yang disebarluaskan dapat memenuhi kebutuhan pengguna

Menurut Seto (2004: 22), bahwa berfikir kreatif adalah kemampuan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah berdasarkan data atau informasi yang tersedia, dimana penekanannya didasarkan pada kualitas, ketepatgunaan dan keragaman jawaban. Sedangkan Sund (dalam Munandar 1987: 37) menyatakan bahwa individu dengan potensi kreatif memiliki ciri-ciri berikut: (a) hasrat ingin tahu yang besar, (b) bersikap terbuka terhadap pengalaman baru, (c) panjang akal, (d) keinginan untuk menemukan dan meneliti, (e) cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit, (f) cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan, (g) memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas, (h) berfikir fleksibel, (i) menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung member jawaban lebih banyak, (j) kemampuan membuat analisis dan sintesis, (k) memiliki semangat bertanya serta meneliti, (l) memiliki daya abstraksi yang cukup baik, dan (m) memiliki latar belakang membaca yang cukup luas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kreatifitas sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan. Kunci kreatifitas adalah kemampuan menilai permasalahan dari berbagai sudut pandang sehingga menjadi solusi yang lebih baik. Sudut pandang yang berbeda akan menstimulasi beragam ide dan mengembangkan struktur kognitif baru.

Era informasi saat ini, pustakawan dituntut bekerja secara kreatif. Tuntutan ini dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berkembang pesat, berubah dalam skala perhitungan detik. Pustakawan harus mampu mengubah struktur paradigma yang strategis. Karena revolusi informasi mengubah dan mempunyai pengaruh yang lebih menentukan terhadap masyarakat ketimbang revolusi tenaga yang di cetuskan oleh mesin uap. Dengan adanya  revolusi informasi dapat merubah pekerjaan yang tadinya dilakukan oleh manusia digantikan oleh teknologi secara otomasi. Bahkan teknologi informasi membuat pekerjaan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh manusia bisa dilakukan oleh manusia sehingga berdampak pada inovasi sistem, yakni struktur-struktur sosial ekonomi yang ada digantikan oleh sistem-sistem sosial dan ekonomi yang baru.

Menurut Stueart dan Moran (2002) mengatakan bahwa manajer informasi atau pustakawan dalam era informasi seharusnya memiliki 7 (tujuh) kemampuan yaitu:

  1. Technical skill, yaitu seorang pustakawan harus mamahami proses pekerjaan yang dilakukan bawahan. Adalah tidak mungkin mensupervisi, apabila tidak memahami seluk beluk pekerjaan yang disupervsi tsb.
  2. Political skill, seorang pustakawan harus mamahmi masalah sosial, lingkungan organisasi internal dan ekternal, memiliki wawasan luas.
  3. Analytical Skills, seorang pustakawan harus memiliki kemampuan analisis yang baik sehingga dapat menjadi bagian dari agen perubahan.
  4. Prolem-solving skills, seorang pustakawan harus memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan cepat tepat dan baik.
  5. People skills, seorang pustakawan harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, termasuk komnikasi interpersonal, memahami dan peduli orang lain.
  6. System skills, sedorang pustakawan harus memiliki kemampuan bekerja dalam sistem dan menggunakan berbagai sistem jaringan dan komunikasi yang tersedia.
  7. Business skill, seorang pustakawan harus memiliki naluri bisnis dan semangat interprenurship yang baik. Koleksi yang ada merupakan aset yang harus dimanfaatkan maksimal.

 

Sedangkan beberapa kompetensi manajemen dan ketrampilan yang dituntut dimiliki oleh seorang pustakawan di era globalisasi   adalah: 

  1. Menguasai ketrampilan teknis yang diperlukan sebagai seorang pustakawan dan manajer  informasi 
  2. Tidak gagap teknologi, bahkan dituntut menguasai penggunaan  TI 
  3. Menguasai setidaknya satu bahasa asing 
  4. Trampil berkomunikasi baik lisan maupun tulisan serta rajin membaca 
  5. Punya kemampuan untuk melakukan penelitian secara mandiri atau kelompok 
  6. Punya kemampuan untuk mengajar dan membimbing pengguna 

 

Penutup

Perkembangan perpustakaan pada hakikatnya sangat dipengaruhi oleh peran kreatif dari pustakawan. Pustakawan dituntut peka melihat kebutuhan masyarakat dan dan kecintaannya pada perpustakaan. Selain itu, pustakawan perlu mengembangkan kreatifitasnya pada bidang pengelolaan perpustakaan. Dengan dikembangkannya kreatifitas tersebut maka diharapkan pustakawan akan mampu mengembangkan perpustakaan dan pemustaka akan merasa nyaman dengan sistem pelayanan prima guna mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.

Pustakawan yang ideal harus memiliki sikap yaitu berusaha mencari pengetahuan secara terus menerus, mensintesakan segala input, menyeimbangkan segala informasi yang terkumpul, dan menyelaraskan setiap tindakkan. Kreatifitas seorang pustakawan sangat diperlukan guna peningkatan kemajuan sebuah perpustakaan yang selalu tanggap terhadap perkembangan zaman.

Pustakawan yang ideal diharapkan memiliki sikap yang senantiasa mengeksplorasi lingkungannya dan menginfestasi kemungkinan kemungkinan baru, memiliki rasa kekaguman (sense of awer).  

DAFTAR PUSTAKA

 

Aziz, Safrudin. 2009. Pengembangan Kreatifitas Pustakawan: Tinjauan Secara Psikologis. Dalam http://alfianaziz.blogspot.com. 

 

Munandar, SC Utami. 1992. Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak Sekolah

 

Seto, Mulyadi. 2004. Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak. Jakarta: Gramedia.

 

 

 

Anda disini: Beranda | Perpustakaan | Artikel | Membangun Kreatifitas Pustakawan