Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov. Kep. Bangka Belitung

15 Menit Sehari

 

 

Membaca merupakan kompetensi dasar yang dimiliki manusia pada umumnya. Kegiatan ini bisa dianggap sebagai pondasi karakter dan kompetensi diri seseorang. Merupakan kegiatan yang dianjurkan baik dari lingkungan keluarga, pendidikan, dan keagamaan. Karena terbentuknya karakter seseorang salah satunya adalah melalui hal apa yang dia baca. Finochiaro (1973) menyatakan bahwa membaca yaitu memahami sebuah arti dan maknanya yang terkandung pada bahasa yang tertulis.

Jenis-jenis membaca dibagi dua, yaitu: membaca nyaring dan membaca dalam hati. Dalam proses membaca nyaring sering dipakai oleh seseorang untuk menyampaikan suatu gagasan terhadap orang lain dengan cara membaca teks. Membaca nyaring adalah sebuah kegiatan membaca yang dilakukan dengan teknis atau cara membaca keras-keras didepan umum. Sedangkan membaca dalam hati merupakan sebuah kegiatan membaca dengan seksama yang dilakukan untuk dapat mengerti dan juga memahami maksud serta tujuan dari penulis dalam media tulisnya.

Seberapa pentingkah  kegiatan ini, hingga dalam Al-Quran kitab suci umat Islam, wahyu pertama yang diturunkan adalah Iqra' yang berarti Bacalah. Karena itu ada baiknya kita mulai menguak apakah manfaat dari kegiatan membaca ini. Selain menambah wawasan serta informasi, membaca juga bisa bermanfaat bagi otak dan tubuh manusia. Beberapa studi dan percobaan telah dilakukan oleh para ahli tentang hal tersebut. Salah satu fakta menarik yang ditemukan adalah rutin membaca lima belas (15) menit per hari, dapat menjaga kerja otak kita tetap optimal, karena ada lebih dari sejuta kata yang diolah dalam waktu setahun.

Merupakan fakta yang menakjubkan jika membayangkan hanya dengan menyisihkan 15 menit dari 24 jam yang kita miliki dalam seharinya untuk membaca dapat memberi manfaat yang sangat besar. Tak heran di Indonesia sendiri sudah mulai digalakkan gerakan 15 menit membaca sejak beberapa tahun yang lalu. Hal ini terdapat dalam kebijakan yang dituangkan melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yakni setiap sekolah wajib menerapkan kegiatan membaca buku 15 menit sebelum memulai pelajaran setiap harinya bagi siswa. Hal ini guna mengembangkan potensi diri peserta didik secara utuh.

Kegiatan ini sangat bagus untuk diterapkan di sekolah tiap tingkatan baik SD, SMP, maupun SMA. Jika penerapannya berjalan baik, maka artinya kita telah membantu generasi muda untuk menjaga kerja otaknya agar tetap optimal. Kegiatan membaca juga dipercaya dapat memberi kekuatan bagi memori, menghilangkan stres, dan menangkal penyakit Alzheimer atau kepikunan (Tutur Literatur:2017). Karena itu bukan anak sekolah saja yang dianjurkan untuk membaca sekurang-kurangnya 15 menit sehari, hal ini juga sangat dianjurkan untuk diterapkan oleh setiap orang mengingat banyaknya manfaat dari kegiatan membaca tersebut. Ada baiknya 15 menit dalam sehari kita meluangkan waktu untuk membaca buku, lebih baik lagi jika buku yang dibaca adalah buku ilmu pengetahuan, hobi, dan subjek yang menarik lainnya, jangan keseharian kita hanya membaca status-status  di media sosial saja, hal itu memang tidak salah namun ada baiknya subjek bacaannya diganti menjadi buku yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang hal baru yang belum diketahui ataupun memperdalam hal sudah kita ketahui.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aris Kurniawan.”12 Pengertian Membaca Menurut Para Ahli Beserta Manfaat Dan Jenisnya

Lengkap”. Diakses tanggal 20 Juli 2017 dari http://www.gurupendidikan.com

Finochiaro, Mary .1973. The Foreign Language Learner.New York: Regents Publishing.

Tutur Literatur. “5 Manfaat Membaca Bagi Otak dan Tubuh Manusia”. Diakses tanggal 20 Juli 2017 dari https://kumparan.com/

 

 

 

Anda disini: Beranda | Perpustakaan | Artikel | 15 Menit Sehari