Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov. Kep. Bangka Belitung

PERAN PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA BACA SISWA SEKOLAH DASAR

 

 

I.      Pendahuluan.

Sekolah Dasar merupakan tempat awal terjadinya proses interaksi  belajar mengajar antara guru dan siswa, pada tingkat inilah setiap anak di persiapkan untuk bisa belajar membaca dan menulis, sebagai modal awal untuk mengembangkan langkah mereka ke jenjang berikutnya. Dengan semakin berkembangnya sistem pembelajaran, sudah seharusnya berkembang juga kesadaran setiap tenaga pendidik (guru) dan siswa untuk terus belajar dan belajar, proses belajar tersebut dilakukan agar  tranformasi informasi (ilmu pengetahuan) yang ada, dapat dikuasai sebagai bekal dimasa yang akan datang.  

Salah satu cara untuk mendapatkan informasi tersebut adalah dengan kebiasaan membaca. Membaca merupakan proses dimana seseorang bisa berinteraksi langsung dengan berbagai individu dalam hal ini penulis yang telah merangkum beragam informasi dalam sebuah dokumen (buku). Kebiasaan membaca merupakan kebiasaan yang bisa dibina dan ditingkatkan. Peran Perpustakaan dan Pustakawan Sekolah sangat diharapkan untuk dapat meningkatkan budaya membaca yang ada di Sekolah Dasar sehingga mampu  meningkatkan kualitas siswa yang ada di sekolah tersebut.

II.    Keberadaan Perpustakaan dan Pustakawan sekolah

a.       Perpustakaan Sekolah.

Keberadaan Perpustakaan Sekolah telah diatur dalam Undang-Undang Nomor                    43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Dasar/Madarasah Ibtidaiyah. Kehadiran Perpustakaan Sekolah sangat penting dan dapat menjadi citra bagi kemajuan sekolah dimana perpustakaan tersebut berada. Dengan kehadiran sebuah Perpustakaan Sekolah, dapat dijadikan tolak ukur bagi kemajuan pendidikan serta seberapa besar peran sekolah tersebut dalam usaha membangun kecerdasan siswa mereka melalui beragam bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan. Namun terkadang harapan tidak sesuai dengan kondisi yang ada dilapangan, keberadaan perpustakaan yang ada di Sekolah Dasar saat ini masih sangat minim. Menurut data yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) pada tahun 2015 yang lalu dari jumlah total 170.647 jumlah  Sekolah Dasar  yang ada di seluruh wilayah Indonesia hanya 78.432 yang sudah memiliki perpustakaan sekolah, atau sebesar 45,96%. Melihat kenyataan tersebut, sudah saatnya dibutuhkan tekat yang kuat dari berbagai pihak untuk memperbanyak pendirian perpustakaan  serta mengembangakan Perpustakaan Sekolah agar lebih baik sesuai dengan kebutuhan pokok kegiatan belajar mengajar yang diterapkan oleh sekolah. Setiap Perpustakaan Sekolah wajib memperoleh pendanaan yang cukup dan terus berlanjut sehingga nantinya dapat menyampaikan informasi  dalam bentuk pembelajaran melalui  buku-buku yang bermutu.

Didalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017 juga  telah disebutkan bahwa setiap Perpustakaan Sekolah harus memiliki buku pengayaan dengan perbandingan 60% nonfiksi dan 40% fiksi  atau bila satu sekolah memiliki lebih dari 10 rombongan belajar maka Perpustakaan Sekolah harus memiliki lebih dari  1000 judul buku. Sekolah/ Madrasah harus mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah atau belanja diluar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan.

Sama seperti perpustakaan lain pada umumnya, Perpustakaan Sekolah juga memiliki tujuan  dalam mengembangkan budaya baca di sekolah, seperti yang disampaikan oleh Purwono (2013:17) tentang tujuan dari Perpustakaan Sekolah yaitu :

  1. Mendukung dan memperluas sasaran pendidikan sebagaimana digariskan dalam misi dan kurikulum sekolah.
  2. Mengembangkan dan mempertahankan kelanjutan anak dalam kebiasaan dan keceriaan membaca dan belajar, serta menggunakan perpustakaan sepanjang hayat mereka.
  3. Mendukung semua murid dalam pembelajaran dan praktek keterampilan dan menggunakan informasi, tanpa memandang bentuk, format atau media, termasuk kepekaan modus berkomunikasi.
  4. Bekerja dengan murid, guru, administrator dan orang tua untuk mencapai misi sekolah.
  5. Promosi membaca dan sumber daya serta jasa Perpustakaan Sekolah kepada seluruh komunitas sekolah dan masyarakat luas.

Kehadiran Perpustakaan Sekolah sangat besar manfaatnya terutama dalam segi penyedian informasi dan ide serta membekali murid berupa keterampilan pembelajaran sepanjang hayat. Oleh karena itu, keberadaan Perpustakaan Sekolah Dasar harus terus didukung dan dikembangkan demi kemajuan budaya membaca dan kreatifitas siswa.

 

 

 

 b.      Pustakawan Sekolah.

Selain keberadaan Perpustakaan Sekolah, peran Pustakawan Sekolah juga memiliki pengaruh bagi berkembangnya budaya membaca di Sekolah Dasar. Didalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasionala Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Dasar/Madrasah  dijelaskan bahwa pustakawan merupakan seseorang yang memiliki kompetensi kepustakawanan yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

Setiap Pustakawan Sekolah harus memiliki sikap profesional dalam mengelola Perpustakaan Sekolah serta dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak sekolah terutama dalam medukung pelaksanaan pembelajaran dan kurikulum sekolah. Dalam upaya menumbuhkan budaya baca di Sekolah Dasar, setiap Pustakawan Sekolah harus memilki sikap empati kepada pemustaka (siswa) yang datang ke perpustakaan. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan oleh Pustakawan Sekolah Dasar dalam upaya meningkatkan budaya membaca seperti :

  1. Melibatkan peran siswa dalam pengelolaan Perpustakaan Sekolah Dasar. Kegiatan ini bisa dilakukan pada jam-jam tertentu dengan cara mendekatkan siswa langsung dengan beragam bahan bacaan yang ada di perpustakaan sekolah, serta memberikan tanggapan terhadap bahan bacaan yang telah dibaca siswa.

2         Memberikan berbagai macam permainan (game) yang dapat mengasah daya nalar siswa dalam membaca. Menurut Dr.dr. Tjhin Wiguna, SpKJ bermain sangat bermanfaat bagi anak karena dapat merangsang anak menjadi cerdas. Rangsangan sangat membantu pembentukan cabang-cabang sel otak dan melipat gandakan jumlah hubungan antar sel otak sehingga terbentuk sirkuit otak yang lebih kompleks, canggih, dan kuat.  

  1. Mengajarkan teknik  membaca cepat dan menyimpulkan apa yang sudah dibaca. Dengan adanya  teknik membaca cepat diharapkan dapat menemukan hal tertentu dari suatu bacaan, mencari informasi yang diperlukan dari suatu bacaan, menelusuri bahan halaman buku atau bacaan dalam waktu singkat, membaca cepat memiliki nilai yang menyenangkan serta  membaca cepat menjamin kita memperoleh informasi baru. Membaca cepat yang diajarkan kepada siswa Sekolah Dasar diharapkan mampu memperoleh manfaat seperti,  memperoleh kesan umum dari satu buku, menemukan hal tertentu dari suatu bacaan, menelusuri bacaan dalam waktu singkat,  dapat memperluas cakrawala mental siswa serta dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahan bacaan.
  2. Melaksanakan kegiatan mendongeng. Kegiatan mendongeng atau bercerita merupakan satu media komunikasi yang ampuh dalam mentransfer ide dan gagasan menarik kepada siswa. Dengan mendongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca siswa dan diharapkan mulai tumbuh ketertarikan siswa pada buku sehingga nanti dapat berkembang minat mereka pada buku-buku lain. Kegiatan mendongeng akan melatih daya tangkap anak dalam menyimak serta rasa ingin tahu juga akan meningkat sehingga mereka akan berusaha mencari kelanjutan dari cerita dongeng yang sudah pernah dibacakan melalui berbagai referensi (buku) dongeng yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Pada dasarnya menumbuhkan budaya baca di Sekolah Dasar harus dimulai dari kesadaran semua pihak. Kehadiran perpustakaan pada sebuah Sekolah Dasar diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas peserta didik yang ada disekolah tersebut . Karena bagaimanapun juga, sebuah sekolah akan sulit mengembangkan pola pendidikan yang baik bila tidak didukung oleh sumber infomasi yang baik pula. Perpustakaan Sekolah sebagai sumber informasi siswa dengan beragam bahan bacaan seperti buku, majalah, ensiklopedia serta beragam koleksi perpustakaan lainnya diharapkan dapat menjadi  sumber referensi  yang baik dan mampu menambah wawasan siswa di Sekolah Dasar.

Pustakawan sekolah juga memiliki kontribusi bagi tumbuhnya budaya membaca di sekolah, kehadiran perpustakaan dan pustakawan sekolah merupakan pelengkap yang dapat menjadi senjata ampuh bagi berkembangnya budaya membaca di Sekolah Dasar. Oleh karena itu, kehadiran perpustakaan dan pustakawan pada sebuah Sekolah Dasar, harus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat sekolah (pemerintah daerah,kepala sekolah, guru, wali murid dan  siswa) sehingga nantinya kebiasaan membaca yang ada di Sekolah Dasar dapat menjadi budaya utama dalam meyongsong Indonesia cerdas dimasa yang akan datang.

 III.       Penutup

Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan berbagai hal berikut:

1. Keberadaan perpustakaan sekolah mutlak diutakaman dalam upaya meningkatkan ditribusi informasi bagi masyarakat sekolah (guru, staf dan  pustakawan sekolah) sehingga beragam informasi tersebut dapat memberi pengaruh dalam upaya meningkatkan budaya baca disekolah.

2.  Dibuthkan tekat yang kuat dari pengelola perpustakaan dalam hal ini pustakwan sekolah dalam mengembangkan budaya membaca di sekolah dasar dengan melakukan berbagai kebijakan seperti melibatkan siswa dalam pengelolaan perpustakaan sekolah, Memberikan berbagai macam game (permainan) yang dapat mengasah daya nalar siswa dalam membaca, mengajarkan teknik  membaca cepat dan menyimpulkan apa yang sudah dibaca, serta Melaksanakan kegiatan mendongeng.

3.  Membudayakan kegiatan membaca di sekolah dasar dibutuhkan kemauan dan tekat yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan baik dari pihak sekolah maupun pemerintah daerah dimana sekolah tersebut berada. dengan berkembangnya kebiasaan membaca yang dimulai dari sekolah dasar akan meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa –siswa yang lain dimasa yang akan datang.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Purwono. 2013. Profesi Pustakawan Menghadapi Tantangan Perubahan. Yogyakarta. Graha Ilmu

Irwan Widiatmoko. 2011. Super Speed Reading : Metode Lengkap dan Praktis untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Bisri Mustafa. 2015. Melejitkan Kecerdasan Anak Melalui Dongeng. Yogyakarta. Prayama Ilmu.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.

Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah

Pustakawan Jogja.2016. Data Terbaru Perpustakaan Sekolah (http://pustakawanjogja.blogspot.co.id).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anda disini: Beranda | Perpustakaan | Artikel | PERAN PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA BACA SISWA SEKOLAH DASAR