Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov. Kep. Bangka Belitung

Gedung Baru, Semangat Baru

 

 

Kegiatan tentang pemasyarakatan perpustakaan dan minat baca dengan tema sosialisasi uji kompetensi dan sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme pustakawan sebagai ujung tombak pemasyarakatan literasi telah selesai dilaksanakan kemarin (19/09). Walaupun kegiatan tersebut hanya dilaksanakan selama setengah hari, tetapi begitu bermakna bagi kalangan pustakawan terkhusus PNS. Karena membahas tentang jenjang karier seorang pemangku jabatan pustakawan.

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Marwan Muchtar tersebut dihadiri oleh sekitar tiga puluhan peserta baik pustakawan maupun pengelola perpustakaan se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tak dilupakan pula dinas terkait yang mengelola urusan sumber daya aparatur sipil negara daerahnya.

Dalam pembukaannya beliau mengarahkan bahwa pustakawan untuk lebih mementingkan jumlah kehadiran pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan, bukannya sibuk mencari kepentingan sendiri yaitu angka kredit saja. Selain itu, beliau juga menyinggung peran penting pustakawan agar mampu mempromosikan perpustakaan yang dikelolanya sehingga pemustaka dapat tahu, kenal, serta dapat berkunjung ke perpustakaan.

Benakku juga membenarkan apa yang disampaikan dalam pembukaan acara tersebut. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan juga menjelaskan bahwa tujuan perpustakaan adalah memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan yang sangat mulia bukan?

Perpustakaan secara sederhana dapat disimpulkan sebagai tempat yang menyediakan koleksi perpustakaan yang dilayankan kepada pemustaka. Tempat, koleksi dan pemustaka. 3 (tiga) unsur ini harus ada untuk mendefinisikan suatu tempat atau lokasi sebagai perpustakaan. Apalah artinya sebuah gedung yang memiliki ragam koleksi perpustakaan tetapi tidak menghadirkan seorang pemustaka pun ke gedung tersebut. Apalah arti gedung dan pemustaka yang hadir bila tidak memiliki koleksi perpustakaan. Begitu juga pemustaka serta koleksi tak kan bisa diberdayakan bila tidak memiliki tempat bernaung? Sehingga ketiga unsur tersebut harus selalu beriringan, berjalan bersama, dan tak bisa terpisahkan.  Inilah perpustakaan.

Sebagai pustakawan, salah satu kewajibannya adalah mempromosikan tentang perpustakaan yang dikelolanya. Baik tentang koleksi, lokasi hingga layanan. Media apa saja yang memiliki peluang untuk menjadi wahana promosi jangan disiakan. Apalagi di era digital sekarang. Informasi sudah sedemikian besar arusnya yang bahkan tak mampu dibendung lagi. Informasi apa saja mudah berkeliaran di muka bumi ini.

Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah memiliki hampir semua unsur untuk menjadikannya sebuah perpustakaan yang memadai. Telah memiliki koleksi lebih dari 15ribuan judul, memiliki gedung yang lumayan representatif, hingga pemustaka yang selalu menyempatkan diri mengunjungi gedung perpustakaan untuk mencari pelbagai informasi baik melalui buku-buku hingga menjelajah via internet.

Ini merupakan modal awal sebuah perpustakaan untuk dapat mengembangkan sayapnya dalam menyebarkan “virus” membaca kepada pemustakanya. Modal ini tentunya harus terus didukung oleh pemerintah dan tentunya mendayagunakan berbagai ide dari para pengelola perpustakaan atau pustakawan untuk memberikan servis terbaik kepada pemustaka. Supaya tercipta inovasi baru dalam memanjakan pemustaka. Jangan sampai muncul kelesuan dari pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. Takutnya berdampak pada para pemustaka yang mengurangi jumlah kunjungan ke perpustakaan.

Seiring berjalan waktu mengakibatkan banyak perubahan dalam hidup. Tuntutan untuk terus berkembang terjadi di berbagai lini, begitu pula perpustakaan. Apalagi setiap tahun akan muncul penulis-penulis baru, karya yang baru, ide-ide yang baru pula. Tentunya tulisan-tulisan mereka akan diterbitkan. Ini mengisyaratkan bahwa jumlah koleksi perpustakaan semakin tahun akan semakin bertambah. Sehingga memerlukan gedung yang representatif untuk menampung semua koleksi tersebut. Yang paling utama adalah gedung yang tidak berpindah-pindah lokasi lagi. Karena perpindahan lokasi baru akan banyak menghabiskan tenaga, waktu, pikiran serta anggaran. Baik pustakawan maupun pengelola perpustakaan.

Untuk mengantisipasi ini, semoga kedepan Perpustakaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki gedung yang lebih representatif untuk menjaga, melestarikan dan memberdayakan ragam koleksi tersebut kepada pemustakanya. Diimbangi dengan ruang membaca yang sangat bagus untuk memberikan sentuhan istimewa bagi pemusaka yang telah meluangkan waktunya berkunjung ke perpustakaan. Gedung baru, semoga menambah semangat baru baik bagi pemustaka maupun pustakawannya.

 

Daftar pustaka:

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan

 

 

 

 

Anda disini: Beranda | Perpustakaan | Artikel | Gedung Baru, Semangat Baru